Self Service di Perpustakaan Universitas Brawijaya


Nama : Khairul Yoga Pratama
NIM : 0601173098
Kelas : Ilmu Perpustakaan-2 Semester IV

SELF SERVICE DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Latar Belakang
      Layanan sirkulasi atau bahasa lainnya Self Service, adalah berbagai kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan dengan yang namanya pemanfaatan dan penggunaan bahan pustaka. Dalam pengertian di atas dapat kita pahami bahwa sirkulasi di perpustakaan itu adalah kegiatan layanan yang menangani urusan peminjaman, pengembalian ssampai dengan kegiatan bebas pustaka.
 Perpustakaan pergguruan tinggi merupakan pusat informasi yang mudah dijangkau oleh siapa saja baik itu civitas akademik dari perguruan tinggi itu sendiri ataupun luar dari perguruan tinggi itu. Karena salah satu tujuan dibangunnya perpustakaan di perguruan tinggi adalah untuk menyebarkan informasi yang ada di dalamnya agar dapat dinikmati oleh seluruh civitas akademik maupun masyarakat sekitar perguruan tinggi dan menopang kegiatan segala kegiatan studi di lingkungan perguruan tinggi tersebut.
    Seiring dengan perkembangan zaman dan informasi, perpustakaan diharuskan melakukan pekerjaan untuk mengembangkan suatu layanan yang membantu dan menyelesaikan kegiatan pemustaka dalam pencarian informasi dengan mudah dan cepat. Begitu juga dengan pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan  perguruan tinggi dalam mencapai visi dan misi dari sebuah perguruan tinggi, kegiatan pelayanan dalam perpustakaan ini harus menjadi elemen yang sangat penting dalam menjamin kualitas dari sebuah perpustakaan perguruan tinggi. Salah satu pelayanan di perpustakaan perguruan tinggi  yang dilakukan secara papasan langsung dengan pemustaka adalah layanan sirkulasi. Dalam hal ini perpustakaan perguruan tinggi harus benar-benar memperhatikan dan mengembangkan teknologi informasi di layanan sirkulasi, dengan cara menciptakan  suatu sistem layanan mandiri atau biasa disebut self service, sehingga berguna bagi pemustaka dalam memanfaatkan layanan sirkulasi perpustakaan secara mudah dan cepat.
Di sini penulis ingin sedikit menjelaskan tentang layanan mandiri yang sudah diterapkan di Perpustakaan Universitas Brawijaya.

Kajian Teoritis
    Menurut Tri Septiyantono(2003:221), pelayanan sirkulasi merupakan salah satu jasa perpustakaan yang pertama kali berhubungan langsung dengan pengguna perpustakaan. Baik tidaknya sebuah perpustakaan berkaitan erat dengan bagaimana pelayanan sirkulasi diberikan kepada pemakai.
Dalam pandangan kita layanan adalah suatu tindakan sukarela yang dilakukan oleh suatu pihak ke pihak lain dengan tujuan membantu atau adanya suatu permintaan dari pihak lain untuk memenuhi kebutuhannya, dalam KBBI arti kata mandiri adalah suatu keadaan dapat berdiri sendiri. Apabila kedua kata tersebut digabungkan menjadi layanan mandiri, dalam hal suatu pelayanan di perpustakaan, layanan mandiri ini adalah salah satu dari perkembangan teknologi yang dimiliki oleh perpustakaan yaitu aplikasi teknologi pada bidang pelayanan jasa berbasis layanan sirkulasi. Teknologi layanan mandiri di perpustakaan ini adalah teknologi yang memastikan pemustaka melakukan kegiatan terlepas dalam peminjaman dan pengembalian bahan pustaka terlepas dari keterlibatan karyawan secara langsung.

Hasil dan Pembahasan
3.1. Perkembangan RFID di Perpustakaan UB
   Para era digital sekarang ini, banyak sekali teknologi atau alat-alat bantu yang digunakan untuk bidang informasi. Penerapan teknologi informasi yang semakin berkembang dalam bidang perpustakaan akan bermanfaat bagi jalnnya suatu layanan di perpustaakaan tersebut, terkhususnya perpustakaan perguruan tinggi. Salah satunya adalah sistem layanan mandiri atau Self Service yang dibantu dengan teknologi bernama RFID(Radio Frecuency Identification sebagai perkembangan dari jenis alat barcode yang merupakan suatu sistem dokumentasi dan informasi yang mulai dikembangkan di perpustakaan. 
    Sistem layanan mandiri di perpustakaan Universitas Brawijaya ini terbilang masih baru diterapkan dan masih dalam perkembangan. Penerapan sistem RFID pada layanan sirkulasi di perpustakaan Universitas Brawijaya ini nantinya akan memberikan banyak sekali manfaat yang banyak bagi lancarnya kegiatan di layanan sirkulasi. Manfaat yang bisa didapat diantaranya adalah sebagai media pengaman dan upaya preventif pencurian terhadap bahan pustaka, meningkatkan kualitas sistem di layanan sirkulasi, dan mempercepat kinerja dari petugas perpustakaan.
  Karena alasan itulah, perpustakaan Universitas Brawijaya melakukan Open Recrutment Student Employee yang dilakukan pada tanggal 1 sampai 3 Oktober 2018. Lalu terpilihlah 10 Student Employee yang terpilih untuk melakukan pemasangan dan perkembangan sistem layanan mandiri dengan melakukan pemasangan dan menerapkan sistem RFID pada bahan pustaka di perpustakaan Univrsitas Brawijaya.
    Namun mesin dan layanan mandiri di perpustakaan sudah ada sejak Februari 2017 yang diberikan untuk para pemustaka. Fasilitas ini tersedia dibagian loker dan sirkulasi, yang berarti perpustakaan Universitas Brawijaya telah menerapkan sistem RFID ini di dua tempat layanan yang berbeda yaitu pada layanan loker dan layanan sirkulasi.

3.2. RFID Pada Layanan Sirkulasi Perpustakaan UB

Pada bagian sirkulasi layanan mandiri dengan mesin RFID hanya diperuntukan untuk layanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka saja. Prosedur yang harus dilakukan sangat mudah, yaitu dengan langsung menuju mesin RFID dan melakukan scan pada barcode atau stempel merah yang ada pada buku, lalu pemustaka mengambil slip peminjaman yang kelar dan sudah terprint otomatis pada mesin tersebut. Proses ini sama seperti sistem peminjaman sampai perpanjangan pada mesin RFID yang ada di perpustakaan lainnya. Jika pemustaka kesulitan dalam mengoperasikan mesin RFID bisa meminta bantuan kepada petugas sirkulasi yang siap membantu.
Para mahasiswapun menyambut dengan baik layanan mandiri karena menurut mereka sistem ini lebih mudah dan cepat, dengan pelayanan mandiri ini para mahasiswa Universitas Brawijaya tidak perlu lagi antri lama dalam melakukan peminjaman atau perpanjangan buku.

Kesimpulan
    Kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat segalanya menjadi lebih mudah, termasuk di dalamnya menggunakan fasilitas layanan sirkulasi di perpustakaan. Teknologi yang diterapkan dalam layanan yang ada di perpustakaan tujuannya untuk menunjang kualitas dari suatu layanan di perpustakaan tersebut. Salah satu layanan yang harus dikembangkan adalah layanan sirkulasi, karena layanan sirkulasi ini merupakan layanan yang pastinya sering dimanfaatkan oleh pemustaka. Untuk tercapainya suatu kualitas layanan yang baik  perpustakaan harus sedikit merubah layanan sirkulasi yang sekarang ini telah beralih ke sistem automasi. Dengan memasang alat RFID. Dapat digambarkan bahwasannya perpustakaan Universitas Brawijaya masih dalam perkembangan dalam hal sistem layanan mandiri.

Daftar Pustaka
Septiyantono, Tri, 2003. Dasar-Dasar Ilmu
Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta:IAIN Sunan Kalijaga.

Lib.ub.ac.id. Student Employee Penerapan RFID Koleksi Perpustakaan UB. http://lib.ub.ac.id/berita/student-employee-penerapan-rfid-koleksi-perpustakaan-ub/. Pada tanggal 1 juni pukul 11:23 WIB

Komentar

  1. Formatnya rapi, tulisan nya juga singkat padat dan jelas dan pastinya nambah wawasan. Good job dehhh👍

    BalasHapus
  2. Ini Sangat membantu menambah pengetahuan tentang self service👍

    BalasHapus
  3. Terimakasih infonya yog. Ditunggu update lainnya

    BalasHapus
  4. Mudah dipahami dan menambah pengetahuan👍

    BalasHapus
  5. Pengetahuan baru.. dan mudah di mengerti.. nice sob

    BalasHapus
  6. Sangat bermanfaat informasi nya👍

    BalasHapus
  7. wahhh saya suka baca nya..
    bawakan nya pen baca mulu..
    makasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sumber Informasi Perpustakaan

Kegiatan Dalam Layanan Sirkulasi (Keangotaan)

Bahan Pustaka Tercetak dan Non Cetak